REPUBLIKA.CO.ID, Hubungan Indonesia dengan anegara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara (Middle East and North Africa/MENA) dibangun di atas fondasi yang membentang selama berabad-abad. Dari jalur perdagangan yang menghubungkan...
Foto selebaran yang disediakan oleh situs web Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC); Berita Sepah menunjukkan, militer Iran menembakkan rudal yang menargetkan tiruan kapal induk AS di Selat Hormuz yang strategis, selatan Iran, 28 Juli 2020. Media melaporkan bahwa Iran mengadakan pertandingan perang di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS.

Oleh: Dr. CA. Jamaluddin, LC, Ms.J, Pemerhati Hubungan Indonesia – Timur Tengah dan Global
REPUBLIKA.CO.ID, Hubungan Indonesia dengan anegara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara (Middle East and North Africa/MENA) dibangun di atas fondasi yang membentang selama berabad-abad. Dari jalur perdagangan yang menghubungkan sejumlah kepulauan Indonesia dengan Semenanjung Arab (Jazirah Arabiyah) hingga penyebaran Islam dan pertukaran ide, seperti pada Konferensi Asia Afrika tahun 1955.
Indonesia dan negara-negara MENA telah lama memiliki ikatan ekonomi, budaya, dan agama. Di era modern saat ini, hubungan ini telah berkembang melampaui koneksi historis, berevolusi menjadi kemitraan strategis dengan kolaborasi yang semakin meningkat di bidang diplomasi, perdagangan, investasi, pendidikan, dan energi dan juga forum-forum regional (OKI) dan forum internasional (PBB).
Selanjutnya dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara MENA telah menjadi pemain kunci dalam keterlibatan internasional Indonesia. Dari investasi yang dilakukan negara-negara Teluk (GCC) dalam infrastruktur dan transisi energi di Indonesia hingga kerja sama pendidikan dan keagamaan dengan negara-negara, seperti Kerajaan Arab Saudi, Republik Arab Mesir, Uni Emirat Arab (UAE), Qatar, Maroko, Al-Jazair dan Tunisia di mana negara-negara ini menawarkan kepada Indonesia, tidak hanya peluang ekonomi tetapi juga platform geopolitik yang lebih luas.
Seiring dengan perluasan peran global Indonesia, keterlibatannya dengan negara-negara di kawasan mengharuskan Indonesia harus siap secara genuine dalam membentuk kebijakan luar negeri, strategi ekonomi, dan kemitraan regional dalam beberapa dekade mendatang.
Terlepas dari semakin meningkatnya peran yang dimainkan negara-negara di kawasan MENA tersebut, persepsi publik tentang MENA di Indonesia masih kurang dieksplorasi. Maka pertanyaan yang nampaknya cukup krusial adalah, Bagaimana masyarakat Indonesia memandang kawasan ini, memahami perannya dalam urusan global, dan bagaimana hubungan geopolitik Indonesia - MENA saat ini?
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
| # | Наименование новости | Тональность | Информативность | Дата публикации |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Шойгу: Россия выступает за развитие политических и военных отношений с Индонезией | 0 | 0 | 06-02-2019 |
| 2 | Membangun Peradaban Dimulai dari Kampus | 0 | 5 | 15-07-2026 |
| 3 | Heartland versus Rimland: Membaca Ulang Geopolitik Dunia | 0 | 5 | 15-07-2026 |
| 4 | Россия — Африка: старые друзья и перспективные партнеры | 0 | 0 | 04-02-2021 |
| 5 | Друг твоего врага. Почему Россия не позволит НАТО вернуться в Среднюю Азию | 0 | 0 | 02-11-2021 |
| 6 | IMEC is caught between commerce and geopolitics | 0 | 6 | 01-06-2026 |
| 7 | МИД РФ: Москва и Эр-Рияд готовы к укреплению политического диалога | 0 | 0 | 06-11-2018 |
| 8 | Новак: выстраивание экономических связей с Азией и Ближним Востоком приоритетно | 0 | 0 | 10-06-2025 |
| 9 | Газовая гонка. Из-за чего обострилась ситуация в Средиземном море | 0 | 0 | 24-08-2020 |
| 10 | МИД РФ: Москва и Джакарта имеют близкие позиции по ситуации на Ближнем Востоке | 0 | 0 | 27-05-2025 |