REPUBLIKA.CO.ID, Di tengah meningkatnya rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok, fragmentasi perdagangan global, transisi energi, perang teknologi, serta menguatnya fenomena dedolarisasi, dunia sedang memasuki babak baru pembangunan ekonomi. Negara-negara tidak...

Oleh: Dr. Setiawan Budi Utomo, Pemerhati Keuangan Syariah dan Kebijakan Ekonomi. Dosen tamu pascasarjana di PTN dan PTS. Penulis buku best seller Arsitektur Baru Sektor Jasa Keuangan Indonesia Pasca UU P2SK. Wakil Ketua IAEI.
REPUBLIKA.CO.ID, Di tengah meningkatnya rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok, fragmentasi perdagangan global, transisi energi, perang teknologi, serta menguatnya fenomena dedolarisasi, dunia sedang memasuki babak baru pembangunan ekonomi. Negara-negara tidak lagi sekadar berlomba menciptakan pertumbuhan, melainkan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional (economic sovereignty).
Amerika Serikat mempertahankan pengaruh global melalui dominasi dolar dan pasar keuangannya. Tiongkok membangun kekuatan melalui penguasaan manufaktur, mineral kritis, dan teknologi. Negara-negara Teluk memanfaatkan sovereign wealth fund untuk mengubah kekayaan sumber daya menjadi kekuatan investasi global. Pertanyaannya, di mana posisi Indonesia?
Selama dua dekade terakhir, diskursus ekonomi syariah nasional lebih banyak berkisar pada pertumbuhan aset, pangsa pasar perbankan syariah, penerbitan sukuk, dan perkembangan industri halal. Seluruh indikator tersebut penting, tetapi sesungguhnya belum menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: apakah ekonomi syariah telah menjadi instrumen strategis untuk memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia?
Di sinilah gagasan Sharia Economic Sovereignty Framework (SESF) 2045 menemukan relevansinya.
Dari Financial Deepening Menuju Economic Sovereignty
Teori Financial Deepening yang dikembangkan Ronald McKinnon dan Edward Shaw menjelaskan pembangunan ekonomi memerlukan sistem keuangan yang semakin dalam, efisien, dan inklusif. Namun pengalaman berbagai negara menunjukkan pendalaman keuangan saja tidak cukup.
Dani Rodrik berulang kali mengingatkan pembangunan yang berhasil selalu ditopang kapasitas negara untuk membangun institusi, mengarahkan transformasi struktural, dan menciptakan nilai tambah nasional. Sementara Douglas North menegaskan institusi merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan atau kegagalan pembangunan jangka panjang. Dalam konteks Indonesia, tantangan terbesar bukan lagi sekadar memperbesar aset keuangan syariah, melainkan mengubahnya menjadi instrumen transformasi ekonomi nasional.
Data OJK menunjukkan aset perbankan syariah Indonesia telah mencapai Rp1.067,73 triliun pada akhir 2025, dengan pembiayaan lebih dari Rp705 triliun dan pertumbuhan yang tetap positif. Kapitalisasi pasar saham syariah juga telah melampaui Rp8.500 triliun. Namun dibandingkan kebutuhan pembiayaan hilirisasi, transisi energi, industrialisasi, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur menuju Indonesia Emas 2045, kapasitas tersebut masih jauh dari optimal.
Karena itu, ukuran keberhasilan ekonomi syariah tidak boleh berhenti pada market share. Ukuran yang lebih relevan adalah sejauh mana ia memperkuat ketahanan dan kedaulatan nasional.
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
| # | Наименование новости | Тональность | Информативность | Дата публикации |
|---|---|---|---|---|
| 1 | The U.S. ends Russia oil waiver, implications for India | 0 | 7 | 05-06-2026 |
| 2 | Membangun Peradaban Dimulai dari Kampus | 0 | 5 | 15-07-2026 |
| 3 | «Черные лебеди»: эксперты назвали топ-риски для экономики | 0 | 5 | 22-05-2026 |
| 4 | Фондовые торги в США закрылись падением котировок | 0 | 0 | 06-08-2019 |
| 5 | Эксперт Чжэн: введение Трампом пошлин на товары из КНР негативно скажется на США | 0 | 0 | 10-03-2025 |
| 6 | Путин: в мире раскручивается новая спираль экономического соперничества | 0 | 0 | 18-03-2025 |
| 7 | Heartland versus Rimland: Membaca Ulang Geopolitik Dunia | 0 | 5 | 15-07-2026 |
| 8 | Euractiv: новые пошлины Трампа могут знаменовать "конец американского века" | 0 | 0 | 04-04-2025 |
| 9 | Los Estados están nacionalizando sus economías al mayor ritmo en medio siglo | 0 | 5 | 22-06-2026 |
| 10 | Эксперты: торговая война КНР и США не очень критична для РФ, но несет риски для всего мира | 0 | 0 | 24-09-2018 |