Вход на сайт

Просмотр новости

Найдите то, что Вас интересует

Alumni UNM Matir Buktikan Lulusan Sistem Informasi Bisa Jadi Kreator Konten

Дата публикации: 24-09-2026 10:30:00

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Menjalani rutinitas nine-to-five di sebuah perusahaan swasta di Bilangan, Jakarta Barat tidak membuat Admathir Muhammad berhenti mengeksplorasi potensi dirinya. Di luar jam kerjanya sebagai seorang digital...

Основное содержимое страницы с новостью.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Menjalani rutinitas nine-to-five di sebuah perusahaan swasta di Bilangan, Jakarta Barat tidak membuat Admathir Muhammad berhenti mengeksplorasi potensi dirinya. Di luar jam kerjanya sebagai seorang digital marketer, pria yang akrab disapa Matir ini bertransformasi menjadi salah satu kreator konten yang patut diperhitungkan. Melalui akun @matirnomatters, alumni Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Nusa Mandiri (UNM) lulusan 2023 ini, punya 1,6 juta pengikut dengan total 86 juta likes di TikTok dan 437K pengikut di Instagram.

Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, Matir menyadari pentingnya membuka "keran" penghasilan sebanyak mungkin, selama itu halal. Keputusannya terjun sebagai kreator konten yang memadukan unsur sosial dan hiburan di berbagai platform seperti Instagram, Facebook, YouTube, dan TikTok ini, terbukti membuahkan hasil yang masif. Di Instagram, ia bahkan mencetak lonjakan pengikut hingga 1.500 persen, dengan menggaet 150.000 pengikut baru hanya dalam waktu dua bulan.

Di balik angka-angka fantastis tersebut, ada titik balik personal. Sebuah musibah yang menghampirinya menjadi momen refleksi diri yang mendalam. Daripada menyalahkan keadaan, Matir memilih untuk mengevaluasi diri. Hasilnya adalah sebuah konsistensi yang memicu eskalasi luar biasa pada kanal media sosialnya.

Bagi mahasiswa baru yang mungkin tengah menghadapi masalah, ia menitipkan sebuah prinsip hidup. "Jangan suudzon dulu sama Tuhan. Tarik garis besarnya, apa yang sudah kita lakukan dan apa yang harus diperbaiki. Sehingga apa pun yang kita inginkan nanti, entah karier atau pendidikan, akan menjadi sesuatu yang berkah dan membanggakan untuk diri sendiri,” pesan Matir.

Mitos "Salah Jurusan" dan Kekuatan Jaringan Sosial

Lulus dari Prodi Sistem Informasi di UNM yang sarat dengan coding dan pemrograman, Matir kini justru berkecimpung di dunia digital marketing dan content creator. Meski tampak berseberangan, ia mematahkan stigma "salah jurusan" yang kerap menghantui mahasiswa.

"Ilmu itu tidak akan ada matinya, tinggal diasah terus. Jangan pernah menyesali kalau merasa salah jurusan, karena sebenarnya tidak ada yang namanya salah jurusan. Mungkin saat ini ilmunya belum beririsan saja,” jelasnya.

Selain itu, menjelang akhir tahun 2026 ini, Matir juga menyoroti satu keahlian krusial yang wajib dimiliki oleh mahasiswa dari jurusan mana pun yakni Social Networking. Kemampuan berinteraksi sosial dan merawat jejaring yang nantinya tidak hanya akan membuka peluang, tapi juga punya nilai ekonomi yang tinggi. Baginya, menjaga relasi dengan baik menjadi kunci agar setiap peluang yang datang dapat dieksekusi dengan baik dan lancar.

Berada di niche konten sosial yang sarat emosi dan menggaet empati, Matir memiliki pantangan keras. Ia menolak menjual kesedihan. Jika ditelisik, konten-kontennya tidak pernah mengeksploitasi penderitaan demi mendulang rasa kasihan. Sebaliknya, ia menyorot energi, motivasi, dan semangat juang orang-orang di jalanan, yang memang jarang tersorot.

Pendekatan ini lahir dari pemisahan yang ia buat antara pemenuhan kebutuhan jasmani (dari pekerjaan profesionalnya) dan kebutuhan rohani. Membuat orang lain tersenyum lewat kontennya memberikan kebahagiaan yang jauh lebih masif bagi dirinya. Memahami bahwa masyarakat Indonesia memiliki empati yang sangat tinggi, konten Matir hadir sebagai oase motivasi bagi mereka yang lelah bekerja seharian. Selain itu, sedekah yang paling baik adalah memberi kebahagiaan bagi orang lain.

"Saya ingin menjadi sosok yang ketika nanti sudah tidak ada, saya dikenal dengan baik. Saya ingin orang ingat dengan saya, mendoakan saya, dan senang dengan keberadaan saya," ungkapnya saat menjelaskan filosofi di balik kontennya.

Схожие новости

#Наименование новостиТональностьИнформативностьДата публикации
1Ketika Kuliah Tak Hanya Soal Nilai, Kisah Desvika Elsa Rahmadhani Jadi Wisudawan Berprestasi07.3524-09-2026
2Wisudawan Terbaik Cyber University Sudah Diterima Kerja Sebelum Wisuda08.0124-09-2026
3Каждый пятый выпускник НИУ МИЭТ работает в ОЭЗ «Технополис Москва»05.4603-08-2026
4Каждый пятый выпускник НИУ МИЭТ работает в ОЭЗ «Технополис Москва»05.4603-08-2026
5Диплом есть, работы нет: как выпускникам вузов начать строить карьеру0727-06-2026
6Около 2% работающего населения ХМАО занято в креативных индустриях0026-11-2021
7Исследование: 85,3% студентов готовы работать в крупной компании только ради опыта5726-06-2026
8NEW YORK UNIVERSITY ABU DHABI: Junior Research Scientist in the Division of Science (Computer Science) – Dr. Riyadh Baghdadi03.6510-08-2026
9Аномалии российских ИТ. Диплом перестал гарантировать работу, а модная специальнось – хорошую зарплату-3713-07-2026
10Требуются сотрудники в транспортную компанию09.2215-08-2026

Классификация: Пресс-релизы. Схожих патентов: 0. Схожих новостей: 10. Тональность: 0. Информативность: 11.4. Источник: www.republika.co.id.